Laman

Minggu, 18 Desember 2011

STRATIFIKASI SOSIAL, MOBILITAS SOSIAL, PERUBAHAN SOSIAL SERTA DAMPAKNYA TERHADAP NKRI

Disusun oleh :
FEBRIYANTO AGUNG NUGROHO
NIM : K7410079
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
JURUSAN PENDIDIKAN IPS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2010


BAB I
PENDHULUAN

1. Latar belakang masalah
Indonesia merupakan negara yang terdiri dari beraneka ragam adat, suku, dan budaya. Hal ini menyebabkan perbedaan di antara individu terlihat jelas. Dari perbedaan perbedaan yang ada terkadang memunculkan terciptanya tingkatan sosial atau sering disebut dengan stratifikasi sosial.
Dari adanya stratifikasi sosial ini, menyebabkan seseorang berpendapat bahwa kedudukan sosial menjadi sesuatu hal yang sangat penting, karena pemikiran tersebut menyebabkan seseorang berusaha untuk memperoleh kedudukan sosial yang tertinggi. Seseorang yang semulanya memiliki kedudukan di bawah akan beusaha untuk meningkatkan kelas sosialnya. Perubahan status sosial ini sering disebut dengan mobilitas sosial.
Dengan adanya stratifikasi sosial di Indonesia, maka akan menimbulkan berbagai masalah. Masalah yang terjadi terutama adalah menyangkut tentang persatuan dan kesatuan negara Indonesia.
2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu :
• Pengertian sratifikasi sosial.
• Pengertian mobilitas sosial.
• Pengertian tentang perubahan sosial.
• Dampak dari masalah tersebut terhadap NKRI


3. Tujuan Penulisan
• Mengetahui pengertian stratifikasi sosial, mobilitas sosial, serta perubahan sosial.
• Mengetahui berbagai dampak stratifikasi sosial, mobilitas sosial, dan perubahan sosial bagi NKRI

















BAB II
PEMBAHASAN

1. STRATIFIKASI SOSIAL
Dalam kebudayaan masyarakat kita menjumpai berbagai pernyataan yang menyatakan persamaan manusia. Namun dalam kenyataan sehari-hari, kita mengalami adanya ketidaksamaan. Kita pun mengetahui bahwa angota masyarakat dibeda-bedakan berdasarkan kriteria tertentu, misalnya; berdasarkan kekayaan dan penghasilan, atau berdasarkan prestise dalam masyarakat. Pembedaan anggota masyarakat berdasarkan status sosial yang dimilikinya ini yang dapat kita sebut dengan istilah Stratifikasi Sosial ( sosial stratification ).
Stratifikasi sosial juga dapat di artikan sebagai suatu telaah terhadap distribusi hal-hal yang sangat di hargai oleh masyarakat seperti, misalnya, kekanyaan materil, keuasaan, prestise, keteranpilan, hak-hak istimewa, kesempatan mengadakan hubungan denagn tokoh-tokoh penting dan seterusnya.
Stratifikasi sosial menyangkut hampir semua aspek yang menjadi ruang lingkup penelitian sosiologis. Secara empiris stratifikasi sosial berkaitan dengan berbagai ciri dan tipe perilaku, misalnya sikap politik, perceraian, aktivitas kriminal, dan sebagainya, sehingga mencakup hampir semua aspek sosial dalam masyarakat.
a. Macam-Macam Stratifikasi :
• Berdasarkan status yang diperoleh secara alami
 Status berdasarkan perbedaan usia
Yang lebih muda punya kewajiban yang berbeda dengan yang lebih muda.
 Status berdasarkan senioritas
Menyangkut usia dan jenjang pengalaman suatu hal.
 Status berdasarkan jenis kelamin
Status sosial laki-laki lebih dihormati daripada perempuan.
 Status berdasarkan system kekerabatan
Perbedaan hak dan kewajiban antara ayah, ibu, dan anak.
 Status berdasarkan keanggotaan pada kelompok tertentu
Terjadi pada kelompok etnik dan ras tertentu yang berbeda-beda hak dan kewajibannya.
 Status berdasarkan pekerjaan.
Misalnya pembedaan antara manajer dengan tenaga eksekutif.
 Status berdasarkan keadaan ekonomi.
Pembedaan status berdasarkan kekayaan, maupun penghasilan.
• Berdasarkan status yang diperoleh melelui serangkaian usaha
 Stratifikasi sosial dalam pendidikan
Orang-orang yang menyelesaikan pendidikan formal sampai pada jenjang yang lebih tinggi umumnya memperoleh hak dan kewajiban yang lebih beragam.
 Stratifikasi sosial dalam bidang pekerjaan
Sangat tampak pada instasi organisasi yang dikelola secara modern, dimana terdapat kedudukan yang berbeda-beda untuk pekerjaan sejenis.
 Stratifikasi sosial dalam bidang ekonomi
Sangat menonjol hampir di setiap kelompok masyarakat dimana pun. Pembedaan kelas sosial berdasarkan pada penghasilan dan kekayaan material.
b. Sifat Stratifikasi Sosial :
a. Stratifikasi Sosial Tertutup
Stratifikasi tertutup adalah stratifikasi di mana tiap-tiap anggota masyarakat tersebut tidak dapat pindah ke strata atau tingkatan sosial yang lebih tinggi atau lebih rendah. Contoh stratifikasi sosial tertutup yaitu seperti sistem kasta di Jawa, ada golongan darah biru dan golongan rakyat biasa. Tidak mungkin anak keturunan orang biasa seperti petani miskin bisa menjadi keturunan ningrat / bangsawan darah biru.
b. Stratifikasi Sosial Terbuka
Stratifikasi sosial terbuka adalah sistem stratifikasi di mana setiap anggota masyarakatnya dapat berpindah-pindah dari satu strata atau tingkatan yang satu ke tingkatan yang lain. Misalnya seperti tingkat pendidikan, kekayaan, jabatan, kekuasaan dan sebagainya. Seseorang yang tadinya miskin dan bodoh bisa merubah penampilan serta strata sosialnya menjadi lebih tinggi karena berupaya sekuat tenaga untuk mengubah diri menjadi lebih baik dengan sekolah, kuliah, kursus dan menguasai banyak keterampilan sehingga dia mendapatkan pekerjaan tingkat tinggi dengan bayaran / penghasilan yang tinggi.
c. Proses Terjadinya Pelapisan Stratifikasi Sosial
Pelapisan Sosial terjadi melalui dua cara sebagai berikut:
a. Secara tidak disengaja
Ciri-cirinya sebagai berikut:
 Pelapisan sosial terbentuk sejalan dengan perkembangan masyarakat.
 Pelapisan sosial terbentuk diluar kontrol masyarakat yang bersangkutan.
 Pelapisan sosial terjadi sesuai dengan situasi dan kondisi sosial budaya wilayah yang bersangkutan.
 Kedudukan seseorang dalam suatu lapisan (disertai hak dan kewajibannya)
 Berlangsung secara otomatis.

b. Secara Sengaja
Seorang tokoh bernama Joseph scehum Peler (1883-1950) seorang sosiologi Amerika serikat mengatakan bahwa pelapisan sosial diperlukan masyarakat agar mampu menyesuaikan diri dengan keperluan-keperluan yang nyata.

d. Dampak Stratifikasi Sosial
Stratifikasi sosial akan menghasilkan beberapa perbedaan di antara setiap individu, yaitu:
a. Perbedaan dalam berbusana dan perlengkapan rumah tangga.
b. Perbedaan gaya hidup.
c. Perbedaan dalam pemakaian Bahasa dan Gaya Bicara.
d. Perbedaan dalam pola komunikasi nonverbal.
e. Penyebutan gelar, pangkah/jabatan.
f. Perbedaan seragam yang dipakai.
g. Perbedaan tipe dan letak tempat tinggal.
h. Perbedaan kegiatan rekreasi, olahraga, dan keagamaan.
i. Perbedaan selera makan.

Dari beberapa perbedaan di atas, secara umum akan berakibat juga kepada kurangnya rasa persatuan dan kesatuan pada setiap warga Negara Indonesia.

• MOBILITAS SOSIAL
Mobilitas sosial adalah perubahan, pergeseran, peningkatan, ataupun penurunan status dan peran anggotanya. Dalam sosiologi mobilitas sosial berarti perpindahan status dalam stratifikasi sosial; “sosial mobility refers to the movement of individuals or groups—up or down—within a sosial hierarchy” ( Ransford, 1980:491).
Mobilitas sosial dapat mengacu pada individu maupun kelompok. Ransford meberi contoh mengenai mobilitas sosial. Mobilitas sosial individu apat dimisalkan dengan perubahan status seeorang dari tukang menjadi seorang dokter. Sedangkan mobilitas suatu kelompok terjadi manakala suatu minoritas etnik mengalami mobilitas. Misalnya mengalami peningkatan dalam penghasilan rata-rata bila di bandingkan dengan kelompok mayoritas.
Ada tiga tipe dasar mobilitas sosial, yaitu ; antar generasi, struktural, dan pertukaran. Mobilitas antargenerasi (intergeneration mobility) merujuk pada suatu perubahan yang terjadi diantara generasi-generasi, jika anak dewasa berada pada tingkat kelas sosial yang berbeda dengan orang tua mereka. Apabila anak seseorang yang berdagang mobil bekas dari lulus kuliah dan membeli hak perwakilan mobil saturn, maka orang tersebut meengalami mobilitas sosial ke atas. Sebaliknya, apabila seorang anak yang memiliki hak perwakilan tersebut terlalu banyak berpesta, putus kuliah dari perguruan tinggi, dan berakhir menjual mobil, maka ia mengalami mobilitas sosial ke bawah (downward sosial mobility).
Istilah mobilitas struktural (structural mobility) merujuk pada perubahan-perubahan dalam masyarakat yang mendorong sejumlah besar orang ke atas atau ke bawah tangga kelas sosial. Suatu contoh yang luar biasa ialah runtuhnya bursa saham di tahun 1929, dimana ribuan orang tiba-tiba kehilangan sejumlah besar kekayaan. Orang-orang yang dahulunya pernah “berhasil”, mendapatkan diri mereka berdiri di sudut-sudut jalan menjual apel atau menjual milik mereka secara obral.
Tipe ketiga mobilitas sosial adalah, mobilitas pertukaran (exchange mobility), terjadi ketika sejumlah besar masyarakat bergerak naik turun tangga kelas sosial namun, secara seimbang, proporsi kelas-kelas sosial tetap sama. Andaikan bahwa sekitar sejuta orang kelas pekerja dilatih dalam suatu teknologi baru, dan mereka naik kelas sosial. Andaikan pula bahwa, kaerna adanya peningkatan pesat dalm impor, sekitar sejuta orang pekerja terampil harus melakukan pekerjaan berstatus lebih rendah. Meskipun jutaan orang berpindah kelas sosial, namun sebenarnya terdapat pertukaran di antara mereka. Hasil akhirnya menjadi imbang, dan sistem kelas pada dasarnya tetap tak tersentuh.
a. Bentuk-bentuk mobilitas sosial
 Gerak sosial horizontal suatu peralihan individu atau obyek-obyek sosial lainnya, dari suatu kelompok sosial satu ke kelompok sosial yang lainnya dalam posisi yang sederajat
 Gerak sosial vertical perpindahan indiividu atau obyek sosial dari suatu kedudukan sosial yang satu ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat.
 Gerak vertical naik :
 Masuknya individu-individu yang mempunyai kedudukan sosial rendah ke posisi kdudukan sosial yang lebih tinggi.
 Pembentukan suatu kelompok baru, yang kemudian ditempatkan pada derajat yang lebih tinggi dari kedudukan individu-individu pembentuk kelompok tersebut.
 Gerak vertical menurun
 Turunnya kedudukan individu ke posisi atau kedudukan lain yang lebih rendah derajatnya.
 Turunnya derajat sekelompok individu dari suatu derajat atau posisi yang tinggi ke kedudukan yang lebih rendah
b. Dampak mobilitas sosial
a. Konflik: akibat dari gejala mobilitas sosial yang ditandai dengan adanya benturan antara nilai dan kepentingan.
b. Konflik antar kelas sosial: satu sisi ingin menempai kedudukan yang di inginkan sedangkan di sisi lain terdapat pihak yang mempertahankankedudukan sosial itu.
Misalkan :
• Reaksi negatif yang dialami warga baru suatu kelas sosial lama dengan warga lama.
• Reaksi negative individu terhadap perlakuan masyarakat sehubungan dengan kelas sosial yang baru.
c. Konflik antara kelompok sosial: dominannya suatu kelompok sosial dibandingkan dengan kelompok sosial lainnya.
Konflik ini dapat berupa ;
• Reaksi kelompok tertindas terhadap penguasa.
• Tindakan kekerasan yang dilakukan sekeloompok sosial akibat korban fanatisme.
• Protes suatu kelompok sosial terhadap pihak yang berwenang untuk mendapat perlakuan adil.
d. Konflik antargenerasi: pergeseran hubungan antar genersi satu dengan generasi lainnya, sehingga tata hubungan atar generasi yang selama ini berlaku tidak diakui lagiatau dipersoalkan oleh generasi tertentu.
Konflik ini dapat berupa;
• Tuntutan generasi muda untuk diperlakukan secara baru, dalam hal hak dan kewajiban.
• Penolakan generasi tua untuk menyesuaikan diri dengan perubahan.
e. Terjadi penyesuaiaan: mobilitas sosial akan mendorong warga untuk mengadakan penyesuaian terhdap perubahan yang ada sehingga keadan stabilitas sosial yang baru akan tercipta.
f. Orang-orang akan berusaha untuk berprestasi atau berusaha untuk maju karena adanya kesempatan untuk pindah strata. Kesempatan ini mendorong orang untuk mau bersaing, dan bekerja keras agar dapat naik ke strata atas.














• PERUBAHAN SOSIAL
a. Pengertian
Ada beberapa pendapat ahli tentang istilah perubahan sosial, yaitu;
 Kingsley Davis : Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
 William F. Ogburn : Perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.
 Mac Iver : Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan (sosial relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial.
 Gillin dan Gillin : Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi atau penemuanpenemuan baru dalam masyarakat.
Dari berbagai pengertian di atas, perubahan sosial dapat diartikan sebagai perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat yang dapat mempengaruhi sistem sosial.


b. Ciri-ciri Perubahan Sosial :
• Setiap masyarakat pasti mengalami perubahan, baik lambat maupun cepat.
• Perubahan yang terjadi pada suatu lembaga kemasyarakatan akan diikuti dengan perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya.
• Perubahan sosial yang cepat biasanya menimbulkan disintegrasi yang bersifat sementara karena berada dalam proses penyesuaian diri.
c. Faktor Penyebab Perubahan sosial
Pada dasarnya, perubahaan sosial terjadi karena anggota masyarakat pada waktu tertentu merasa tidak puas lagi terhadap kehidupannya yang lama. Norma-norma dan lembaga-lembaga sosial atau sarana penghidupan yang lama di anggap tidak memadai lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup yang baru.
Selo Soemardjan dan soelaeman Soemardi mengataakan bahwa secara umum penyebab dari perubahan sosial budaya dibedakan atas dua golongan besar, yaitu;
• Perubahan yang berasal dari masyarakat itu sendiri.
1. bertambah atau berkurangnya penduduk.
Bertambahnya penduduk dapat mengakibatkan perubahan pada struktur masyarakat, terutama lembaga-lembaga kemasyarakatan. Sementara pada daerah lain terjadi kekosongan sebagai akibat perpindahan penduduk.
2. penemuan-penemuan baru.
Penemuan-penemuan baru akibat perkembangan ilmu pengetahuan baik berupa teknologi maupun berupa gagasan-gagasan menyebar kemasyarakat, dikenal, diakui, dan selanjutnya diterima serta menimbulkan perubahan sosial.
3. Pertentangan atau konflik
pertentangan terhadap nilai-nilai dan norma-norma serta adat istiadat yang telah berjalan lama akan menimbulkan perubahan bila individu-individu beralih dari nilai, norma, adaat istiadat yang telah diikutinya selama ini.


• Perubahan yang berasal dari luar masyarakat.
1. Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yng ada di sekitar manusia.
Lingkungan alam dapat mengakibatkan perubahan sosial. Terjadinya gempa bumi, banjir bandang, tsunami, topan, gunung meletus, dan lain-lain mengakibatkan sebagian warga yang tinggal di daerah tersebut terpaksa mengungsi ke daerah lain. Di tempat pengungsian, mereka harus beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya baik lingkungan fisik maupun sosialnya, kondisi ini mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan.
2. Peperangan
Peperangan, terutama yang melibatkan dua Negara dengan segala kekuatannya, berarti peperangan terjadi antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lain di luar batas-batas negara. Sebagai akibatnya, rakyat mengalami kehidupan yang penuh ketakutan, harta benda menjadi hancur, menimbulkan kemiskinan dan tidak menutup kemungkinan menelan banyak korban jiwa. Akibatnya struktur masyarakat pun mengalami perubahan.
3. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
Hubungan yang dilakukan secara fisik antara dua masyarakat mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan pengaruh timbal balik. Yang pada akhirnya, memunculkan perubahan sosial. Hal ini dikarenakan masing-masing masyarakat memengaruhi masyarakat lain, tetapi juga menerima pengaruh dari yang lain sehingga terjadi penyebaran kebudayaan yang menghasilkan kebudayaan baru.



d. Dampak perubahan sosial
Dengan adanya perubahan sosial akan menyebabkan hilangnya kebudayaan, serta erta pudarnya norma-norma dan nilai-nilai bangsa Indonesia. Sehingga kebudayaan yang biasa dipakai oleh masyarakat akan tergantikan oleh kebudayaan baru yang masuk dari luar. Hal ini bila terjadi dalam kurun waktu yang lama akan menyebabkan hilangya jati diri bangsa ini.
Selain itu, perubahan sosial juga dapat menimbulkan adanya konflik-konflik dalam kehidupan masyarakat. Apabila konflik yang ditmbulkan oleh perubahan sosial ini dibiarkan secara terus menerus, maka akan membawa proses disintegrasi. Disintegrasi adalah suatu keadaan di mana orang-orang di dalam masyarakat tidak dapat lagi menjalin kerukunan dan kebersamaan, melainkan saling bertikai dan saling menghancurkan sehingga terjadi perpecahan dalam kehidupan sosial. Dengan adanya disintegrasi ini akan berimbas kepada terpecahnya Negara Indonesia karena kurangnya rasa persatuan dan kesatuan.










BAB III
SIMPULAN

Stratifikasi sosial secara singkat diartikan sebagai pembedaan anggota masyarakat berdasarkan status sosial berdasarkan status tertentu, misalkan kekayaan, pendidikan, jabatan, dan lain sebagainya. Dalam sosiologi kta mengenal pembedaan antara stratifikasi tertutup dan stratifikasi terbuka. Keterbukaan suatu sistem stratifikasi diukur dari mudah tidaknya dan sering tidaknya seseorang yang mempunyai status tertentu memperoleh status dalam strata yang lebih tinggi. Stratifikasi sosial ini akan berdampak pada lahirnya kelas kelas sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Mobilitas sosial adalah perubahan, pergeseran, peningkatan, ataupun penurunan status dan peran anggotanya. Dalam sosiologi mobilitas sosial berarti perpindahan status dalam stratifikasi sosial.mobilitas sosial ini akan berakibat adanya konflik yang terjadi di antara individu.
Perubahan sosial dapat diartikan sebagai perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat yang dapat mempengaruhi sistem sosial. Perubahan yang yang terjadi dapat berupa perubahan sistem norma-norma, nilai-nilai, danjuga kebudayaan. Dari adanya perubahan sosial ini akan berdampakpada hilangnya jati diri suatu bangsa.






BAB IV
DAFTAR PUSTAKA


Sapatro, Nata, 1981, Pengantar Sosiologi, Yogyakarta, Multi Aksara.
Muin, Idianto. 2006. Sosiologi SMA/MA Jilid 2 untuk Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
Kornblum, William. 1988. Sociology A Changing World. New York: Renehard & Winston, Inc.
Bassis, Michael.et.al.. 1988. sociology An Introduction. New York: Rando House.
Laning, Vina Dwi.2009.Sosiologi untuk Kelas XII SMA/MA. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Haryono, Basuki. 2009. BUKU AJAR PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU (PLPG) SOSIOLOGI. Surakarta : Yuma Pustaka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar